Senin, 07 Mei 2012

PENTINGNYA BUDAYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Menulis adalah salah satu intrumen untuk menyalurkan inspirasi seseorang ataupun golongan. Kebiasaan ini dikenal dengan jurnalistik. Banyak tokoh yang muncul dari bidang ini, di Indonesia sendiri kita sering mendengar nama tiga serangkai yaitu douwesdoker, . . . ,. . . . . ketiga tokoh tersebut mengkritik pemerintahan kolonial belanda dengan sebuah surat harian. Mereka menentang kebijakan kolonial belanda yang menindas warga pribumi dengan mewajibkan warga mengganti tanaman pertanian mereka dengan tanaman rempah2 kelas impor. Bagi ketoganya ini merugikan warga. Terlebih, pemerintah kolonial juga memonopoli perdagangannya. Hasil pertanian yang warga hasilkan harus dijual ke kolonial belanda dengan harga yang sangat murah. Karena tulisan2  yang di tulis oleh  mereka, akhirnya ketiganya ditangkap dan di buang dari pulau jawa.
Dalam perjalanannya Jurnalistik juga tudak bisa  lepas dari dunia akademik. Jurnalistik menjadi instrumen bagi instan akademik untuk kegiatan belajar mengajar. Sebut saja mahasiswa, mereka dituntut untuk menguasai jurnalistik. Hal ini penting karena dalam setiap pertemuan perkuliahan makalah selalu menyertai mereka. Secara umum itulah tuntutan mengapa jurnalistik begitu penting bagi seorang mahasiswa. Bayangkan saja ketika seorang mahasiswa tidak dapat merangkai kata2, menuangkan pemikiran mereka dengan sebuah tulisan, bagai mana mereka dapat membuat makalah apalagi sekripsi.
Namun jika kita lihat secara mendalam, jurnalistik bukan hanya berpran sebagai instrumen belajar mengajar di kalangan mahasiswa. Jurnalistik sebetulnya dapat diarahkan pula sebagai kacamata dinamika masyarakat sekitar. Para mahasiswa dapat menggunakannya untuk mengangkat isu2 yang sedang beredar di lingkungan masyarakat. Baik masyarakat lingkup kampus maupun masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Wacana2 yang berkembang dikemas denagn rangkaian tulisan kemudian di publikasikan. Dengan cara seperti ini mahasiswa menjadi tahu perkembangan wacana yang ada di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar